Wali kota Depok ingatkan kegiatan keagamaan berjamaah dilarang sementara waktu

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Wakil Kota Depok Mohammad Idris mengingatkan bahwa kegiatan keagamaan berjamaah untuk sementara ruang dilarang terkait pencegahan persebaran virus corona.

Hal tersebut sesuai keputusan yang diambil usai musyawarah dengan Konvensi Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Metropolis Depok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan bimbingan agama lainnya di Metropolitan Depok, Jumat (20/3) lalu.

“Dalam hal kegiatan religiositas yang masih banyak dikeluhkan warga, kami telah bersumpah untuk melarang kegiatan religiositas yang sifatnya dilakukan bersama-sama dengan kumpulan orang penuh, ” jelas Idris dengan perantara nabi video conference kepada wartawan, Senin (23/3).

Baca Pula: Apakah besok akan hujan di Jabodetabek? Berikut ramalan BMKG

Hal itu dia sampaikan menyusul adanya pengaduan sejumlah warga Depok bahwa beberapa kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang sedang berlangsung. “Demikian pula tempat-tempat wisata, hiburan, dan tempat kebugaran untuk menutup provisional kegiatannya, ” kata Idris.

“Kami ingatkan sekali lagi kepada seluruh warga Depok untuk tetap tinggal pada rumah. Jaga jarak supel dan jarak fisik agar penyebaran Covid-19 dapat kita hentikan bersama, ” tudung dia.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemkot Depok di laman ccc-19. depok. go. id/, hingga Senin sudah ada 13 warga Depok yang terinfeksi Covid-19. Provisional empat orang dinyatakan sehat. Adapun warga yang tetap dalam pengawasan sebanyak 110 orang dan 216 orang-orang dalam pemantauan.

Baca Pula: Jumlah pasien positif corona di Kota Depok melonjak jadi 13 orang

Data secara nasional, hingga Senin sore, total ada 579 kasus Covid-19 di Zona Air. Sementara total total pasien yang sembuh sejumlah 30 orang dan 49 orang meninggal. (Vitorio Mantalean)

Artikel ini telah tayang di Kompas. com beserta judul Wali Kota Depok Ingatkan Kegiatan Keagamaan Berjamaah Dilarang Sementara Waktu.

Data HK (Why?)