Tentu! Pemerintah perpanjang insentif pajak tenggat 30 Juni 2021, ini jadwal lengkapnya

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN. CO. ID -JAKARTA.   Tersebut kabar baik dari pemerintah. Negeri memperpanjang insentif pajak bagi wajib pajak yang terdampak corona atau covid-19  hingga 30 Juni 2021.

Ini menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK. 03/2021 mengenai Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019.

  “Mulai 2 Februari 2021 Pemerintah memberikan perpanjangan insentif pajak untuk membantu wajib retribusi menghadapi situasi pandemi sampai secara 30 Juni 2021, ” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada akun Instagramnya (7/2)

Adapun dasar pertimbangannya, pandemi Covid-19 masih merata dan membuat dunia usaha pada kondisi rentan. Kata Ani seruan karib Menkeu,   pemerintah memahami hal ini dan tidak mau dunia usaha berjuang sendiri menegakkan usahanya.

Baca Selalu: Sudah naik 4 kali, anggaran PEN kini melesat jadi Rp 627, 9 triliun, ini alokasinya

Oleh karena itu, tahun 2021, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran buat program PEN sebesar Rp 627, 96 triliun. Angka ini   naik 8, 3% dari realisasi PEN 2020 sebesar Rp 579, 7 triliun.

“Selain untuk biaya pemerintah di bidang kesehatan, agenda perlindungan sosial, serta dukungan kepada UMKM dan korporasi, Pemerintah serupa kembali memberikan insentif perpajakan hingga Rp 47, 3 triliun, ” tulis Menkeu dalam instagram.

  Menkeu menyebut, pandemi ini telah menghantam seluruh sendi kehidupan kelompok.   Kata dia, kesehatan & ekonomi harus berjalan beriringan. Sebab itu, APBN atau kebijakan fiskal terus diarahkan untuk melindungi rakyat dan mendukung aktivitas perekonomian supaya Indonesia bisa segera pulih sebab krisis akibat corona Covid-19.

Berikut daftar insentif usaha yang diperpanjang hingga 30 Juni 2021:

1. PPh  pasal 21

PPh Pasal 21 Karyawan yang main pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1. 189 bidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Bahan Ekspor (KITE), dan pada perusahaan di kawasan berikat dapat mencapai insentif pajak penghasilan (PPh) kausa 21 ditanggung pemerintah.

Fasilitas ini diberikan kepada karyawan yang memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur dengan disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta.

Karyawan tersebut bakal mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong sebab atas kewajiban pajaknya ditanggung oleh pemerintah.

Apabila perusahaan memiliki bagian, maka pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh pasal 21 cukup disampaikan sebab pusat dan berlaku untuk seluruh cabang.

Baca Pula: Tahun lalu kurang 2, 07%, pemerintah masih yakin ekonomi tumbuh 5% tahun itu

dua. Pajak UMKM

Wahana pajak ini diberikan kepaa pelaku UMKM dengan tarif final bayaran 0, 5 persen sesuai Susunan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018. Tarifnya pun ditanggung pemerintah.

Secara begitu,   wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak.

Pemotong atau pemungut pajak selalu tidak perlu melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat menyelenggarakan pembayaran kepada pelaku UMKM.

Bagi  pelaku UMKM yang ingin memakai fasilitas ini cukup menyampaikan informasi realisasi setiap bulan melalui laman www.pajak.go.id.

3. PPh kausa 22 Impor

Sarana PPh pasal 22 Impor dikasih kepada wajib pajak yang berjalan di salah satu dari 730 bidang usaha tertentu perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat.  

Jumlah ini bertambah dari sebelumnya hanya 721 bidang pabrik dan perusahaan KITE. Penerima dorongan ini juga wajib menyampaikan informasi realisasi pembebasan PPh Pasal 22 impor setiap bulannya.

4. Insentif Angsuran PPh Pasal 25

Fasilitas ini diberikan kepada eajib pajak yang berjalan di salah satu dari 1. 018 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat mendapat pengurangan angsuran PPh bab 25 sebesar 50 persen dibanding angsuran yang seharusnya terutang.

Pokok tahu saja, sebelumnya fasilitas cuma untuk 1. 013 bidang pabrik dan perisahaan KITE. Penerima motivasi ini juga wajib menyampaikan masukan realisasi pengurangan angsuran PPh Bab 25 setiap bulannya.

5. Insentif PPN

Adapun  insentif atas pajak pertambahan jumlah atau PPN diberikan kepada pengusaha kena pajak (PKP) berisiko hina yang bergerak di salah satu dari 725 bidang usaha terbatas, perusahaan KITE, dan perusahaan pada kawasan berikat mendapat insentif restitusi dipercepat hingga jumlah lebih bayar paling banyak Rp 5 miliar.

Asal tahu saja, insentif tersebut sebelumnya hanya berlaku untuk 716 bidang usaha dan perusahaan KITE. Artinya, ada lebih banyak pebisnis yang mendapatkan fasiitas ini.

Baca Juga: Cermati strategi pemerintahan Jokowi buat dorong pertumbuhan ekonomi tahun 2021
6. PPh Final Jasa Kontruksi 

PPh final  atas jasa wujud diberikan kepada wajib pajak dengan menerima penghasilan dari usaha pertolongan konstruksi dalam Program Percepatan Pengembangan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).   PPh final jasa konstruksi  akan ditanggung pemerintah.

Kata Sri Mulyani, insentif iniuntuk mendukung peningkatan penyediaan air (irigasi) sebagai rencana padat karya yang merupakan kebutuhan penting bagi sektor pertanian kita.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Pertolongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Jadi ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai pemberian yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1; /*artikel selanjutnya popup */ /*artikel selanjutnya popup */. article__flex position: fixed; bottom: 60px; z-index: 9; display: -ms-flexbox; display: flex; background: #fff; box-shadow: 0 6px rgba(0,0,0,.2); flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px; overflow: hidden; height: 70px; . article__box flex-grow: 1; position: relative; width: calc(100% – 70px); padding: 15px 32px 0 10px; display: -ms-flexbox; display: flex; flex-wrap: wrap; align-items: center; align-content: center; . article__img img. imej width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; . article__subtitle position: absolute; top: 10px; left: 10px; display: block; width: calc(100% – 80px); overflow: hidden; font-size: 10px; line-height: 1; color: #2a2a2a; . article__title a. article__link display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px; . article__title a: hover color: #f38d21; . article__title display: block; font-size: 14px; font-weight: 700; color: #000; height: auto; max-height: 37px; overflow: hidden; . showHide display:none; @media only screen and (min-width: 800px) .article__flex bottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px; .article__subtitle font-size: 12px; .article__title display: block; font-size: 18px; max-height: none; .article__img img.imej width: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; /*END OF- tulisan selanjutnya popup */ /*END OF- artikel selanjutnya popup */ <! —

Rekomendasi

Makna HP Samsung S20 Ultra terbaru, Rp 20 jutaan dengan sifat lengkap

gong9deng gong9deng gong9deng gong9deng –> . dbl-recommendation-2 * box-sizing: border-box; scrollbar-color: transparent; /* thumb and track color */ scrollbar-width: 0px; . dbl-recommendation-2 *:: -webkit-scrollbar width: 0; . dbl-recommendation-2 *:: -webkit-scrollbar-track background: transparent; . dbl-recommendation-2 *:: -webkit-scrollbar-thumb background: transparent; border: none; . dbl-recommendation-2 * -ms-overflow-style: none; . dbl-recommendation-2 ol, li list-style: none; margin: 0; padding: 0; . dbl-recommendation-2. carousel position: relative; padding-top: 0px; filter: drop-shadow(0 10px #0003); /*box-shadow: 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;*/ perspective: 100px; height: 110px; . dbl-recommendation-2. carousel__viewport position: absolute; top: 0; right: 0; bottom: 0; left: 0; display: flex; overflow-x: scroll; /*counter-reset: item;*/ scroll-behavior: smooth; scroll-snap-type: x mandatory; . dbl-recommendation-2. carousel__slide position: relative; flex: 0 100%; width: 100%; height: 85px; /*background-color: #f99;*/ background-color: white; /*counter-increment: item;*/ . dbl-recommendation-2. carousel__slide: nth-child(even) /*background-color: #99f;*/ . dbl-recommendation-2. carousel__slide: before /*content: counter(item);*/ position: absolute; top: 50%; left: 50%; transform: translate3d(-50%,-40%,70px); color: #fff; font-size: 2em; . dbl-recommendation-2. carousel__snapper position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 85px; scroll-snap-align: center; display: flex; @media (hover: hover) .dbl-recommendation-2 .carousel__snapper animation-name: tonext, snap; animation-timing-function: ease; animation-duration: 4s; animation-iteration-count: infinite; .dbl-recommendation-2 .carousel__slide:last-child .carousel__snapper animation-name: tostart, snap; @media (prefers-reduced-motion: reduce) .dbl-recommendation-2 .carousel__snapper animation-name: none; . dbl-recommendation-2. carousel: hover. carousel__snapper,. dbl-recommendation-2. carousel: focus-within. carousel__snapper animation-name: none; /*. dbl-recommendation-2. carousel__navigation position: absolute; right: 10; top: -8; text-align: center; . dbl-recommendation-2. carousel__navigation-list,. dbl-recommendation-2. carousel__navigation-item display: inline-block; . dbl-recommendation-2. carousel__navigation-button display: inline-block; width: 1rem; height: 1rem; background-color: #333; background-clip: content-box; border: 0.25rem solid transparent; border-radius: 50%; font-size: 0; transition: transform 0.1s; */. dbl-recommendation-2. carousel:: before,. dbl-recommendation-2. carousel:: after,. dbl-recommendation-2. carousel__prev,. dbl-recommendation-2. carousel__next position: absolute; top: 17px; /*margin-top: 37.5%;*/ width: 3rem; height: 3rem; /*transform: translateY(-50%);*/ border-radius: 50%; font-size: 0; outline: 0; . dbl-recommendation-2. carousel:: before,. dbl-recommendation-2. carousel__prev left: -17px; . dbl-recommendation-2. carousel:: after,. dbl-recommendation-2. carousel__next right: -17px; . dbl-recommendation-2. carousel:: before,. dbl-recommendation-2. carousel:: after content: ”; z-index: 1; background-color: #333; background-size: 1.5rem 1.5rem; background-repeat: no-repeat; background-position: center; color: #fff; font-size: 2.5rem; line-height: 4rem; text-align: center; pointer-events: none; . dbl-recommendation-2. carousel:: before background-image: url(“data:image/svg+xml,%3Csvg viewBox=’0 100′ xmlns=’http://www.w3.org/2000/svg’%3E%3Cpolygon points=’0,50 80,100 80,0′ fill=’%23fff’/%3E%3C/svg%3E”); . dbl-recommendation-2. carousel:: after background-image: url(“data:image/svg+xml,%3Csvg viewBox=’0 100′ xmlns=’http://www.w3.org/2000/svg’%3E%3Cpolygon points=’100,50 20,100 20,0′ fill=’%23fff’/%3E%3C/svg%3E”);

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

INSENTIF RETRIBUSI

gong9deng –>