Realisasi investasi sektor logam dasar berdiri, jadi pertanda ekonomi pulih?

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Kepala Badan Harmonisasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pencapaian realisasi investasi logam dasar, barang logistik, bukan mesin, dan peralatannya menjadi pertanda pemulihan ekonomi pada periode akhir tahun lalu.

Sebab, berdasarkan data BKPM, realisasi investasi logam dasar, barang logistik, bukan mesin, dan peralatannya di kuartal IV-2020 sebesar Rp 25 triliun. Angka tersebut sama 11, 64% dengan dari mutlak realisasi investasi pada kuartal IV-2020 yang sebesar Rp 214, tujuh triliun.

“Itu masih di susunan ketiga, artinya apa, sektor industri dasar, barang logistik, bukan instrumen, dan peralatannya sudah mulai ustaz, mesin-mesin sudah mulai masuk, orang sudah membangun pabrik, ekonomi hidup, ” kata Bahlil saat Konferensi Pers Realisasi Investasi Kuartal IV-2020, Senin (25/1).

Bahlil menyampaikan, penerimaan realisasi investasi dari sektor itu sejalan dengan arah kebijakan Presiden Joko Widodo tentang transformasi ekonomi dengan membangun hilirisasi dan membangkitkan deindustrialisasi.

Baca Juga: BKPM proyeksikan investasi di Kalimantan dan Sulawesi mampu ungguli Pulau Jawa

Selain industri dasar, barang logistik, bukan mesin, dan peralatannya, penyumbang investasi terbanyak pada kuartal IV-2020 antara lain, transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 36, 4 triliun. Sektor listrik, gas, serta air Rp 29 triliun. Daerah perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 22, 1 triliun. Beserta sektor konstruksi Rp 19, 8 triliun.

Di sisi lain, bila diakumulasi, realisasi investasi sepanjang 2020 mencapai Rp 826, 3 triliun. Pencapaian tersebut lebih tinggi satu, 1% dari target investasi dengan ditetapkan sebesar Rp 817, dua triliun.  

Secara rinci, realisasi investasi tersebut tersebar dalam besar sub investasi. Pertama, penanaman simpanan dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 413, 5 triliun atau setimpal 50, 1% dari total realisasi investasi. Kedua, penanaman modal ganjil (PMA) atau foreign direct investment (FDI) senilai Rp 412, 8 triliun, sama dengan 49, 9% lantaran pencapaian penanaman modal tahun lalu.

Bahlil menyampaikan, tahun ini investor domestik menjadi menopang investasi dalam saat hampir seluruh ekonomi negeri2 di dunia mengalami pelemahan kelanjutan dampak pandemi virus corona.  

Secara tahunan realisasi investasi daripada PMDN tumbuh 7% year on year (yoy) dari tahun 2019 yang membukukan Rp 386, 5 triliun. Berdasarkan sektor usaha, PMDN didominasi oleh sektor transportasi, gudang, telekomunikasi sebanyak 19, 5% dari mutlak PMDN atau setara Rp 20, 2 triliun.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Percuma!
Dukungan Anda akan menambah sifat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas menjawab Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

INVESTASI

gong9deng –>