Putaran Pakai Masker ajak pakai kedok pedagang pasar secara benar, ini caranya

KONTAN. CO. ID -JAKARTA.     Gerakan Pakai Masker (GPM) menyelenggarakan kegiatan perdananya dengan mengadakan penyuluhan ke para pedagang pasar tradisional.   Kegiatan pertama gerakan nirlaba yang diinisiasi tokoh-tokoh nasional ini mengadakan penyuluhan bagi para distributor yang diharapkan bisa menjadi penyuplai penyuluh di pasar-pasar tradional.  

Dalam kegiatan perdananya, Rabu (24/6), penyuluhan dilakukan oleh para sinse yakni Pandu Riono, Sugeng Ibrahim,   Grace Hananta, hingga Nenden Sobarna.
Dokter Sugeng mengutarakan, gerakan pakai masker di pasar sangat penting. Pasalnya,   “Pasar tetap harus buka, sebab rekan adalah nafkah dan nafkah merupakan urat nadi kehidupan keluarga, ” ujat dia.  

Maka pakai kedok bisa menjadi pemutus penularan Covid-19.   Alhasil, “Dengan memakai kedok maka kita menjaga nafkah serta menjaga kehidupan kita semua, ” ujar Sugeng.  

Baca Juga: Putaran Pakai Masker menyasar ratusan rekan tradisional di Indonesia

Abai memakai masker, utamanya di pasar maka pasar hendak menjadi pusat penularan baru. Pasalnya,   pasar adalah tempat interaksi yang melibatkan banyak orang, mulai dari pedagang hingga pembeli.  

Apalagi, penggunaan masker juga benar mampu menekan penularan virus, termasuk virus corona atau Covid-19.  
Sejumlah bukti penelitian menunjukkan penyebaran virus corona sebagian gede disebabkan penularan virus oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala (asimptomatik).

Ini pula yang mendorong beberapa negara mewajibkan penggunaan masker, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona, SARS-CoV-2.

 

Agar efektif, diwakili oleh dokter Grace Hananta, Aliran Pakai Masker juga kembali tahu agar pedagang dan pembeli di pasar-pasar tradisional menggunakan secara betul. “Tidak dipakai di bawah indra, atau di dagu, ” perkataan Grace.  

Lalu bagaimana cara yang benar menggunakan masker, menyimak petunjuk ini:  

  • Pra memasang masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik) atau bila tidak tersedia, gunakan cairan pembersih lengah (minimal alkohol 60%)
  • Pasang masker buat menutupi mulut dan hidung sampai dagu. Pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.  
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan; bila tersentuh, cuci tangan pakai bubuk dan air mengalir minimal 20 detik atau bila tidak tersedia, cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%)
  • Ganti masker yang sudah terpakai,   basah atau lembab dengan masker baru, minimal 4 tanda sekali.   Masker medis cuma boleh digunakan satu kali selalu. Masker kain dapat digunakan berulang kali dengan maksimal bisa dicuci 30 kali. Lebih dari tersebut, masker kain dapat tetap dimanfaatkan namun antivirusnya tak lagi efektif.
  • Buat membuka masker: lepaskan dari pungkur. Jangan sentuh bagian depan masker;  
  • Untuk masker 1x pakai, buang segera di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Untuk kedok kain, segera cuci dengan deterjen.  

Siap memakai masker? Yuk, jaga dirimu, hamba dan lingkunganmu dengan memakai masker.  

 

 

gong2deng –>

Editor: Titis Nurdiana