Pefindo tetapkan peringkat A untuk obligasi dan sukuk Waskita Karya

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat A untuk obligasi berkelanjutan I/2020 yang diterbitkan oleh PT Kejayaan Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan total nilai maksimum sebesar Rp 4 triliun. Pefindo juga menetapkan peringkat A untuk sukuk mudharabah I/2020 dengan total nilai maksimum sebesar Rp 1 triliun.

Buatan dari instrumen  obligasi akan dimanfaatkan untuk refinancing obligasi Komodo milik WIKA. Sedangkan dana dari Sukuk Mudharabah akan digunakan untuk modal kegiatan untuk proyek infrastruktur dan gedung yang tidak bertentangan dengan patokan Syariah di pasar modal. Harapan dari peringkat perusahaan adalah stabil.

Pefindo menyatakan obligor dengan peringkat A memiliki kapasitas yang berpengaruh untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan dengan obligor Nusantara lainnya. Namun, Obligor agak bertambah rentan terhadap pengaruh buruk perubahan keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan Obligor berperingkat lebih tinggi.

Baca Juga: Ini daftar SUN seri benchmark terbaru untuk tahun 2021

“Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar WIKA yang kuat di industri konstruksi nasional, sumber pendapatan yang beragam, dan fleksibilitas keuangan yang kuat. Peringkat itu dibatasi oleh leverage keuangan yang mulia dalam jangka pendek hingga membuang, risiko ekspansi ke bisnis perdana, dan lingkungan bisnis yang nisbi tidak stabil, ” mengutip pemberitahuan resmi Pefindo pada Jumat (25/12).

Pefindo melanjutkan peringkat dapat dinaikkan jika WIKA secara signifikan menguatkan posisi pasarnya di industri wujud dalam negeri. Ini mencerminkan dibanding pencapaian pendapatan dan EBITDA yang ditargetkan secara berkelanjutan, sambil membuktikan arus kas yang lebih tetap yang didukung oleh bisnis dengan lebih terdiversifikasi.

“Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan menimbulkan utang dengan lebih tinggi secara signifikan daripada yang diproyeksikan tanpa peningkatan EBITDA yang sesuai secara berkelanjutan, ” tambahnya.

Asal tahu saja, WIKA adalah salah satu Badan Cara Milik Negara (BUMN) konstruksi terbesar di Indonesia berdiri pada 1961. Perusahaan sedang mengembangkan bisnisnya ke bidang properti, realty , investasi, energi, pracetak, dan teknik konstruksi.

Baca Juga: Peringkat pinjaman Indonesia tetap BBB+ versi Japan Credit Rating, ini penyebabnya

“Sebagai perusahaan konstruksi BUMN, WIKA memiliki partisipasi yang tinggi dalam proyek-proyek strategis pemerintah, seperti proyek kereta api kecepatan tinggi. Pada 30 September 2020, pemegang sahamnya adalah pemerintah Nusantara 65, 05% dan publik 34, 95%, ” pungkas Pefindo.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih tempat perhatian Anda, tersedia voucer percuma senilai donasi yang bisa dimanfaatkan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong11deng –>
OBLIGASI

gong11deng –>