Menelan kopi bisa mempengaruhi kadar kolesterol, benarkah?

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Minum segelas kopi dipercaya mendatagkan manfaat baik untuk kesehatan. Tetapi, kopi dengan campuran gula, kremer dan lainnya bisa mempengaruhi ukuran kolesterol dalam darah.  

Minum kopi sudah menjadi gaya tumbuh banyak orang. Ada yang mengonsumsinya dalam bentuk minuman panas atau diolah menjadi es.  

Mengucapkan Juga: Manfaat model hitam tanpa gula untuk kesehatan tubuh, para penggemar setia kopi tetap tahu

Selain itu, banyak juga yang menggunakan kopi dengan tambahan gula, krim, atau susu. Faktanya, teknik pengerjaan kopi ternyata juga menentukan kadar kolesterol dalam darah. Berikut buah kopi pada tingkat kolesterol berdasarkan cara penyajiannya:  

  Brewing 

Menurut spesialis kardiologi Dennis Bruemmer, kopi dengan dibuat dengan teknik brewing tak mengandung kolesterol sehingga relatif aman dikonsumsi.  

“Ada beberapa jenis kopi yang memiliki kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) yang luhur, ” ucapnya.  

Kolesterol LDL merupakan kolesterol jahat yang menimbulkan penumpukan timbunan lemak di arteri. Hal ini bisa mengurangi atau menghalangi aliran darah & oksigen yang dibutuhkan jantung.  

Sebaliknya, kolesterol HDL (high-density lipoprotein) merupakan kolesterol baik yang mampu membantu menghilangkan kolesterol LDL dibanding aliran darah. ”
Secara alami, tubuh telah memiliki kolesterol LDL namun jumlahnya bisa berserang dan berdampak buruk pada kesehatan tubuh karena asupan makanan tertentu, ” tambah Bruemmer.  

Namun, nilai LDL dalam kopi biasanya tidak memiliki pengaruh signifikan pada kesehatan jika kita mengonsumsinya dalam total wajar.  

Penambahan krim, susu, atau gula juga tidak hendak berdampak signifikan pada tubuh kalau kita tidak berlebihan mengonsumsinya.  

Frappucino 

Frappucino merupakan kopi yang diolah dengan campuran es dan bahan-bahan asing.  

“Frappcuini biasanya mengandung krim dan karamel dengan gula dengan tinggi. Kandungan kalori dalam minuman ini juga sangat besar, kira-kira 600 kalori, ” ucap Bruemmer.  

Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalori, menurut Bruemmer, sangat membahayakan kesehatan kita. Selain tersebut, mengonsumsi makanan tinggi gula serupa bisa menurunkan kadar kolesterol molek dalam tubuh.  

Padahal, kolesterol HDL berfungsi untuk mereduksi LDL dalam tubuh. Makanan atau minuman tinggi gula juga busa memajukan kadar trigliserida, yang merupakan ciri pemicu penyakit jantung. (Ariska Puspita Anggraini) 

Baca Serupa: Awas! Minum tiruan berlebihan bisa mengganggu kesehatan

 

Artikel itu telah tayang di Kompas. com dengan judul “Benarkah Minum Salinan Bisa Tingkatkan Kolesterol dalam Pembawaan? “,  

gong2deng –>

Editor: Tri Sulistiowati