KPK tahan Heindra tersangka suap eks sekretaris MA Nurhadi, setelah ditangkap di BSD

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

LANGSUNG. CO. ID -JAKARTA.   Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menangkap  Hiendra Soenjoto (HSO), tersangka  dugaan penyuapan mantan Sekretaris Majelis hukum Agung ( MA) Nurhadi pada BSD.  

KPK kini juga menahan Hiendra dalam 20 hari ke depan.     Hiendra ditangkap oleh penyidik KPK di Apartemen di Kawasan BSD, Tangerang Selatan, Kamis (29/10).  

Sesudah menjalani pemeriksaan, KPK memutuskan untuk menahan Hiendra.   “Tersangka HS akan ditahan selama 20 keadaan pertama terhitung sejak tanggal 29 Oktober 2020 sampai dengan 17 November 2020 di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, ” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Kamis malam.  

Sebagai upaya pencegahan penyaluran Covid-19, KPK akan mengisolasi  Hiendra   di Rutan KPK Kavling C1 lebih dulu.  

Mengikuti kasus suap mantan sekretaris MA Nurhadi, Hiendra diduga memberikan uang sogok kepada Nurhadi melalui Rezky Herbiyono yang tak lain adalah menantu Nurhadi.  
Atas perbuatannya itu,   Hiendra disangkakan mengenai pasal 5 ayat (1) huruf an atau huruf b subsidair Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Adat Pidana.  

Membaca Juga: KPK sita lahan kebun kelapa sawit di Padang Lawas Sumatra Utara hak Nurhadi

Sebelumnya, KPK juga sudah menetapkan tiga orang tersangka suap terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Utama pada tahun 2011-2016.

Tiga tersangka tersebut adalah mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurachman; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.  

Bahkan, mantan sekretaris MA juga tengah menjalani persidangan kejadian ini di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/10) berantakan.   Saat sidang, Jaksa penuntut umum (JPU) KPK   menggugat mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, menyambut suap dan gratifikasi senilai mutlak Rp 83 miliar.  

Suap yang diterima Nurhadi dan Rezky sebesar Rp 45, 73 miliar,   sedangkan gratifikasi yang diterima mereka sebesar Rp 37. 29 miliar.

Baca Serupa: Ini daftar barang mewah yang disita KPK hak Nurhadi

“Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan ataupun tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, ” kata Jaksa dalam surat dakwaan yang dibacakan dalam sesi di PN Tipikor Jakarta Tengah, Kamis (22/10)

KPK mengungkapkan, suap Rp 45, 7 miliar tersebut diperoleh dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.  

Suap diberikan untuk mengurus perkara antara PT MIT dan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait sewa menyewa depo kontainer milik PT KBN seluas 57. 330 meter persegi dan seluas 26. 800 meter persegi di wilayah KBN Marunda.  

JPU KPK juga mendakwa Nurhadi dan Rezky menerima gratifikasi senilai total Rp 37, 29 miliar  dari para pihak yang memiliki perkara di lingkungan pengadilan baik di tingkat pertama, banding, kasasi, maupun peninjauan kembali.

Berasaskan penerimaan suap dan gratifikasi, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pencetus 12 huruf an atau Bab 11 UU Tipikor jo Perkara 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 12 B UU Tipikor jo Pasal 65 Ayat (1) 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Sokongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berisi dan bermanfaat.

Jadi ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai sedekah yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong14deng –>
OTT KPK

gong14deng –>