Kejaksaan periksa manajer investasi besar pada kasus BPJS Ketenagakerjaan

Reporter: Ratih Waseso, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Kasus dugaan penyelewengan pengelolaan derma investasi di Badan Pengelola Sandar Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus reda. Setelah Kejaksaan Agung memeriksa sebanyak enam orang di lingkup BPJS Keteganakerjaan, aparat penegak hukum itu kembali memeriksa para manajer investasi.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kontan. co. id. pada Rabu 20 Januari 2021, tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa delapan orang sebagai saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada  pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh Awak Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Ternyata, saksi-saksi yang dipanggil oleh Kejaksaan adalah para manajer investasi yang berasal dari sejumlah perusahaan sekuritas yang ternama di daerah. Untuk lebih jelasnya, para bukti yang diperiksa tersebut adalah:
-JHT selaku Presdir PT Ciptadana Sekuritas;
-PS selaku Presdir BNP Paribas Asset Management;
-KBW selaku Deputi Direktur Pasar Modal BPJS TK;
-SMT selaku Asisten Deputi Analisis Rekan Uang dan Reksadana BPJS TK;
-MTT selaku Presdir PT Schroder Investment Management Indonesia;
-SM selaku Deputi Direktur Kepatuhan dan Hukum BPJS TK;
-WW selaku Direktur Utama PT Samuel Sekuritas Indonesia;
-OB selaku Direktur PT Kresna Sertifikat.    

Kepala Pusat Pencerahan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelasakan pemeriksaan tersebut. “Pemeriksaan saksi dilakukan guna mengaduk-aduk fakta hukum dan mengumpulkan metode bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada tata keuangan dan dana investasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, ” katanya pada keterangan resmi, Rabu (20/1).

Baca Juga: Kejagung periksa enam saksi daripada BPJS Ketenagakerjaan

Saat pemeriksaan, Leonard mengklaim pihaknya sudah memperhatikan protokol kesehatan mengenai pencegahan penularan Covid-19. Antara lain dengan memperhatikan jarak aman jarang saksi diperiksa dengan penyidik dengan telah menggunakan APD lengkap. Para-para saksi juga mengenakan masker & selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah penjagaan.

Sebelumnya, pada Senin (18/1) sudah dilakukan penggeledahan di Kantor Tengah BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Jakarta Selatan dan menyita data mengikuti dokumen.

Sementara itu, Deputi Eksekutif Bidang Humas dan Antara Lembaga BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menuturkan, pihaknya mengedepankan azas praduga tak bersalah dan menghormati proses penyidikan yang sedang berlangsung di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
“BPJamsostek siap untuk memberikan keterangan dengan transparan guna memastikan apakah pengelolaan investasi telah dijalankan sesuai tata kelola yang ditetapkan, ” jelas Utoh dalam keterangan, Rabu (20/1).

 

 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Sokongan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berisi dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Kamu, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

KASUS KORUPSI

gong9deng –>