HIPMI: UU Cipta Kerja tumbuhkan ekosistem bagi UMKM

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Himpunan Pengusaha Muda Nusantara (HIPMI) menilai Undang-Undang (UU) Menjadikan Kerja akan memperbaiki iklim investasi dan membuka lapangan kerja pada Indonesia, khususnya pascakrisis akibat pandemi Covid-19.

Ketua Umum Badan Pengelola Pusat (BPP) HIPMI Mardani H. Maming mengatakan, pihaknya menyambut elok UU Cipta Kerja oleh pemerintah dan DPR. Selain memperbaiki kondisi investasi, Maming menyebut bahwa UNDANG-UNDANG Cipta Kerja akan menumbuhkan cara mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Pada 2025, kita akan mendapatkan bonus demografi. Akan ada 148, 5 juta pencari kerja. Saya tetap, sektor swasta akan memiliki kedudukan vital menyerap tenaga kerja itu, ” ujar Maming, dalam masukan tertulisnya di Jakarta, (14/10)

Dengan adanya UU Cipta Kerja, Bekas Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Daksina itu melanjutkan, bisa memberikan hasil yang positif khususnya bagi perluasan UMKM. Menurutnya, selama ini proses perizinan membuka usaha untuk UMKM selalu disamakan dengan usaha besar, sehingga ada kesulitan yang sering sekali dirasakan oleh pelaku cara mikro dalam membuat perizinan.

“UU Cipta Kerja bisa mempermudah para UMKM membuka usaha. Selain tersebut, kemitraan pemerintah juga didorong buat bisa mengakomodasi pengembangan bisnis UMKM. Tak hanya itu, dengan adanya UU ini juga memberikan fasilitas bagi koperasi untuk mendirikan koperasi, ” ucapnya.

Ia mengatakan, negara membutuhkan investasi sektor swasta dengan cukup besar untuk menciptakan lapangan kerja. Bila investasi tidak merembes ke Indonesia, bayang-bayang pengangguran sebab angkatan kerja terdidik ada pada depan mata.

“Bonus demografi ini tentu bisa menjadi bonus untuk perekonomian. Namun, ini bisa selalu menjadi bencana bila tidak ada lapangan kerja bagi angkatan kerja terdidik, ” ungkapnya.

Baca Juga: Pengusaha sepakat UMP 2021 sama seolah-olah tahun 2020

Maming mengatakan, UU Cipta Kegiatan memiliki semangat untuk menghilangkan tumpang tindih regulasi yang selama itu menjadi penghambat investasi. Ia biar meminta semua pihak mendukung agar UU Cipta Kerja segera menciptakan lapangan kerja.

“Kami mengajak semua pihak mendetailskan Omnibus Law agar secara teknis bisa diterima. & pada akhirnya pun UMKM serta ekosistem dunia usaha insya Tuhan berkembang dengan baik. Pertumbuhan UMKM dan investasi yang masuk insyallah berdampak positif dalam membuka lapangan pekerjaaan baru, ” tuturnya.

Selain itu, Maming juga menanggapi demo Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh beberapa hari yang lalu. Maming menilai, banyak hoax terkait Omnibus Law yang berseliweran.

“Kami (HIPMI) mengimbau masyarakat tanpa terprovokasi. Pemerintah punya niat cantik terhadap UU Cipta Kerja. Aku yakin UU Cipta Kerja bisa menaikkan angka ekonomi, insya Allah pemerintah terus bekerja dan menyelamatkan untuk UMKM, ” pungkasnya.

Maming yakin, Presiden Jokowi selalu berada di pihak masyarakat kecil. Ia juga mengimbau agar masyarakat yang mendemo Omnibus Law harus membaca draft UU Cipta Kerja dengan utuh.

“Jangan termakan hoax dengan bisa menimbulkan kekacauan karena UU ini perlu pendalaman yang sampai. Jika masih ada pihak yang mau disampaikan ada koridor hukumnya, yakni uji materi di Mahkamah Konstitusi, ” tutup Maming.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih pada perhatian Anda, tersedia voucer percuma senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
OMNIBUS LAW

gong9deng –>