Beragam penantian stimulus efek corona untuk UMKM

Reporter: Lidya Yuniartha, Rahma Anjaeni | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN. CO. ID berantakan   JAKARTA. Rencana negeri memberi insentif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terkena efek pandemi korona cepat terealisasi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemkeu) Febrio Nathan Kacaribu memastikan stimulus tersebut bakal terbit dalam beberapa hari ke depan.

Stimulus tersebut nantinya dalam bentuk subsidi. Sayang, Febrio tidak merinci lebih lanjut wujud subsidi yang dimaksud. “Sebetulnya sudah ada relaksasi dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tapi tersebut hanya sekedar menunda saja serta kami siapkan dalam bentuk sumbangan, ” tuturnya saat telekonferensi, Senin (20/4).

Stimulus ini merupakan satu diantara stimulus yang sudah pemerintah keluarkan dengan total anggaran Rp 405, 1 triliun. Nanti, stimulus tersebut bakal masuk di ranah pertolongan untuk dunia usaha dengan anggaran sebesar Rp 150 triliun. “Saat ini masih terus digodok. Aku indikasikan ini adalah relaksasi serta stimulus untuk UMKM yang akan dikejar, ” paparnya.

Baca Juga: Kemkop UKM alokasikan Rp 200 miliar dari DAK untuk program pelatihan

Ia meneruskan, pemerintah ingin agar alokasi sokongan Rp 150 triliun ini sanggup digunakan seefektif mungkin untuk meringankan beban masyarakat. Pasalnya, UMKM adalah sektor informal yang mempekerjakan beberapa orang.

Baca Juga: Kemenkop UKM dukung karakter UMKM jadi supplier APD

Tak hanya itu, stimulus untuk sektor UMKM tersebut diberikan dengan harapan agar saat terjadi krisis, masyarakat tidak tersentuh dampak terlalu dalam. “Nanti formulasinya akan kami sampaikan ke Presiden, ” ucapnya.

Sedangkan bagi nasaban kredit usaha rakyat (KUR), pertama KUR mikro, KUR usaha mungil dan KUR khusus sudah mendapat relaksasi dari pemerintah. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Dunia Perekonomian (Permenko) Nomor 6 tahun 2020 tentang Perlakuan Khusus Untuk Penerima Kredit Usaha Rakyat Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam aturan tersebut, peminjam KUR dibebaskan membayar angsuran bunga dan angsuran pokok KUR memutar lama enam bulan. Penundaan membalas cicilan utang dan bunga tersebut berlaku mulai 1 April sampai 31 Desember 2020.

Yang lebih enak lagi, para penerima KUR tersebut bisa mendapatkan restrukturisasi KUR, bentuknya mulai dari perpanjangan masa waktu KUR, bisa menambah batas platon KUR hingga menunda persyaratan administrasi saat proses restruturisasi padahal berlangsung. Relaksasi tersebut bisa diperoleh peminjam KUR hingga pandemi korona ini sudah berakhir.

Dukungan dari Anda hendak menambah semangat kami dalam mempersembahkan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Bila berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.

–> Video Pilihan gong13deng –>
DAMPAK VIRUS CORONA

gong13deng –>